Comeback! Teknologi 5G akan Kembalikan Kejayaan Nokia

Fintech - Bernhart Farras, CNBC Indonesia
05 January 2019 12:20
Comeback! Teknologi 5G akan Kembalikan Kejayaan Nokia
Jakarta, CNBC Indonesia - Diam-diam ditengah perang teknologi antara Amerika Serikat (AS) dengan China, perusahaan telekomunikasi Finlandia, Nokia mengambil kesempatan dalam pertandingan 5G.

Pada tahun 2018, harga saham Nokia reli dan menguat hampir 30% yang sebagian besar didorong upaya perusahaan ini mengembangkan teknologi 5G. Harga saham Nokia tersebut masih jauh di bawah level tertinggi pada periode booming dotcom pertama awal 2000-an. Pada waktu itu Nokia menjadi penjual ponsel terbesar di dunia.

Sempat kalah pada pertarungan ponsel pintar, Nokia mendapatkan momentum di pasar komunikasi seluler sebagai pemain kunci dalam pembuatan peralatan dan perangkat lunak 5G. Upaya ini telah memasukkan Finlandia dalam perlombaan dunia dalam pengembangan dan penerapan teknologi nirkabel generasi kelima atau biasa disebut 5G.

"Mereka (Nokia) sedang mencoba mendapatkan kepemimpinan teknologi kembali dengan 5G, yang sebagian besar hilang dalam 15 tahun terakhir melalui era smartphone," kata Tim Hatt, Head of Research di GSMA Intelligence, dilansir dari wawancara telepon dengan CNBC International.


Menghubungkan Segalanya
Teknologi 5G menjanjikan koneksi yang lebih cepat dan latensi yang lebih rendah, menurunkan waktu tunda bagi perangkat untuk berkomunikasi satu sama lain dan percepatan dalam pengunduhan.

Nokia mengatakan potensi 5G jauh melampaui unduhan yang lebih cepat. Demonstrasi di markas global Nokia di Espoo, Finlandia langsung menampilkan aplikasi 5G di industri manufaktur canggih hingga perawatan kesehatan.

Contohnya, jaringan dengan latensi rendah dapat memungkinkan kendaraan otonom dapat berjalan dengan komunikasi hampir secara instan atau dengan mulus menghubungkan perangkat internet of things (IoT) di dalam rumah.

"Saya pikir 5G adalah sesuatu yang akan menyentuh kehidupan semua orang dalam beberapa tahun dari sekarang," kata Lauri Oksanen, Vice President of Research and Technology Nokia, dilansir dari CNBC International dalam sebuah wawancara pada Desember di Espoo.

Menguji 5G
Pada Januari, Finlandia akan menjadi salah satu negara pertama yang memungkinkan peluncuran jaringan 5G komersial. Perusahaan telekomunikasi Swedia, Telia adalah satu dari tiga operator yang telah memenangkan lisensi komersial 5G. Lisensi diberikan dalam lelang spektrum melalui pemerintah Finlandia pada Oktober.

"Bagi kami, 5G adalah platform keseluruhan untuk memanfaatkan, menganalisis, dan menggunakan data lebih efektif dibandingkan dengan apa yang telah kami lakukan di masa lalu," kata Janne Koistinen, direktur program 5G Telia di Finlandia.

Baru-baru ini, Telia membangun pusat data terbuka terbesar Finlandia yang terletak di Helsinki untuk mengakomodasi masuknya data dan akan menyertai peluncuran 5G. Misalnya, ketika data dikirim antara satu ponsel ke yang lain, lalu melewati cloud yang terdiri dari server di pusat data di seluruh dunia. Dengan membangun pusat data yang lebih dekat dengan pengguna seluler, pengguna akan dapat memanfaatkan latensi rendah 5G, menerima data lebih cepat dari sebelumnya.

Telia telah bekerja dengan Nokia untuk menguji 5G di lingkungan terbatas di seluruh Finlandia. Koistinen mengatakan warisan Finlandia dalam teknologi nirkabel, dikombinasikan dengan dukungan dari pemerintah Finlandia, menempatkannya dalam upaya untuk bersaing dengan negara-negara besar dalam inisiatif 5G.

Ditanya apakah Finlandia dapat mengimbangi AS dan Cina, kedua negara berusaha keras untuk mendominasi pasar 5G , Koistinen menjawab, "dalam kelincahan, dalam kecepatan, dalam menemukan cara baru bagaimana memanfaatkan teknologi ini, untuk tentu kita akan."

Bagaimana dengan keamanan?
Ketertarikan besar seputar 5G juga membuat perhatian yang sama dalam keamanan jaringan. Misalnya, Australia dan Selandia Baru telah melarang operator China Huawei dalam membangun jaringan 5G karena khawatir hal itu dapat memfasilitasi kegiatan mata-mata dari Tiongkok. Huawei telah dilarang menjual peralatan di AS sejak 2012 karena masalah keamanan oleh pemerintah AS.

Huawei berulang kali membantah klaim ini.

Beberapa analis mengatakan persepsi negatif operator 5G China adalah anugerah bagi perusahaan Finlandia Nokia.

"Dengan Huawei dilarang dari pasar tertentu, kami memandang Nokia sebagai satu-satunya pemasok global dengan solusi dari ujung ke ujung. Sebagaimana dibuktikan oleh operator global terkemuka yang memilih Nokia sebagai mitra untuk penyebaran 5G," kata analis dari Canaccord Genuity dalam sebuah catatan baru-baru ini.

Oksanen mengatakan Ia memahami pemerintah dan warga negara yang mengkhawatirkan 5G. Perusahaan mengambil setiap langkah yang dapat mengamankan peralatannya, dari radio hingga router ke perangkat lunak.

"Sekarang kami tidak hanya menghubungkan orang-orang, tetapi seluruh dunia dan kami tidak ingin infrastruktur gagal karena beberapa masalah keamanan," katanya. (hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading