Startup

Pakai Strategi Bakar Duit, Startup Ini di Ambang Kebangkrutan

Fintech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
02 January 2019 18:16
Masih punya masa depan

Masih punya masa depan

Ofo didirikan pada tahun 2014 sebagai proyek universitas. Layanan berbagi sepeda ini berhasil menarik banyak investornya. Bahkan raksasa e-commerce China, Alibaba mau jadi lead investor dalam pengumpulan dana sebesar US$866 juta pada bulan Maret 2018.

Awal tahun 2018, ada juga laporan penawaran pembelian bersama untuk Ofo yang ditawarkan oleh afiliasi Alibaba, Ant Financial dan raksasa ride hailing China Didi Chuxing, yang telah menginvestasikan US$ 350 juta pada startup tersebut hingga saat ini. Alibaba tidak menanggapi permintaan komentar melalui email. 

Seorang juru bicara Didi Chuxing menolak berkomentar. Tetapi manajemen sebelumnya mengatakan perusahaan tidak pernah mempertimbangkan untuk mengakuisisi Ofo, dan akan mendukung operasi independennya.


Pada Desember 2018, ratusan pengguna yang marah telah berbaris di luar kantor pusat Ofo di Beijing untuk meminta pengembalian uang simpanan mereka. Pengguna pada awalnya diminta untuk membayar deposit 99 yuan (US$ 14,3) sebelum menyewa sepeda Ofo, dan kemudian jumlahnya kemudian dinaikkan menjadi 199 yuan (US$ 29).

Mereka dapat meminta pengembalian dana melalui aplikasi Ofo, tetapi masa tunggunya 15 hari. Dan beberapa pengguna telah mengeluh di media sosial bahwa mereka tidak bisa mendapatkan uang mereka kembali bahkan setelah masa tunggu berakhir.

Bagi Zhang Media, hasil terbaik Ofo adalah menemukan pembeli yang cocok.

"Masih ada kebutuhan untuk bisnis berbagi sepeda jadi saya tidak berpikir Ofo akan mati seketika," katanya.



(roy/prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading