Perkembangan Teknologi

Bisnis Masa Depan WhatsApp Cs: Pembayaran Digital

Fintech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
21 December 2018 12:42
Bisnis Masa Depan WhatsApp Cs: Pembayaran Digital
Jakarta, CNBC Indonesia - Sebagai aplikasi perpesanan dengan jumlah pengunduh dan pengguna aktif terbesar, WhatsApp tergolong telat untuk masuk bisnis layanan keuangan. Pasalnya, WhatsApp baru meluncurkan layanan ini dalam versi beta yang disebut WhatsApp Payment pada 2018.

Layanan WhatsApp Payment diujicobakan di India pada awal tahun ini dengan menggandeng perbankan. Namun saat ini layanan tersebut dihentikan sementara karena Bank Sentral India ingin WhatsApp mendirikan kantor dan data center di India, The Economic Times melaporkan dan dilansir Jumat (21/12/2018).


Adalah WeChat yang pertama kali mengeksporasi layanan keuangan. Layanan perpesanan milik raksasa teknologi Tencent Holdings ini menerbitkan WeChat Pay pada 2013 silam. Dalam mengembangkan layanannya, WeChat Pay memanfaatkan ekosistem WeChat yang pada 2017 silam sudah memiliki 1 miliar pengguna di mana 700 juta merupakan pengguna aktif.


Pada awalnya WeChat Pay dikenal lewat produk red packets. Ini adalah angpao digital yang awalnya diberikan pejabat perusahaan kepada pekerjanya ketika Tahun Baru China. Pengiriman ini hanya bisa dilakukan dalam jumlah kecil maksimal US$29 sekali kirim, seperti dikutip dari Tech In Asia.

WeChat Pay bertumbuh semakin besar setelah Tencent membuat gebrakan dengan bekerja sama dengan Meituan-Dianping, startup pengiriman makanan. WeChat Pay menjadi salah satu alternatif alat pembayaran. Strategi ini tergolong tepat karena pada tahun tersebut booming layanan pemesanan makanan di China.

Bisnis Masa Depan Whatsapp Cs: Pembayaran DigitalFoto: REUTERS/Siphiwe Sibeko

Setelahnya WeChat juga menjalin kerja sama layanan berbagi tumpangan (ride-hailing) Didi Chuxing dan menggunakan WeChat Pay untuk pembayaran game-game yang dikembangkan Tencent.

WeChat juga gencar mengandeng banyak merchant agar WeChat Pay bisa digunakan. Saat ini WeChat Pay menguasai 54% layanan pembayaran digital di China.

Aplikasi perpesanan lain yang sukses di bisnis layanan keuangan adalah LINE. Perusahaan yang berbasis di Jepang ini meluncurkan LINE Pay pada 2014 silam. Awalnya layanan LINE Pay digunakan sebagai alat pembayaran untuk membeli stiker-stiker lucu LINE.

Bisnis Masa Depan Whatsapp Cs: Pembayaran DigitalFoto: Gustidha Budiartie

LINE Pay kemudian berkembang menjadi layanan pembayaran berbasis uang elektronik dan layanan pembayaran yang dikaitkan dengan kartu kredit dan kartu debit. Cara pembayaran ini tumbuh seiring dengan makin banyaknya merchant yang bekerja sama dan menawarkan layanannya melalui LINE.



Saat ini LINE sangat populer di Thailand, Taiwan, dan Jepang. LINE Pay tidak masuk ke Korea Selatan dan China. Baru-baru ini, LINE menggandeng WeChat Pay untuk memfasilitasi turis China di Jepang.

[Gambas:Video CNBC]


(roy/prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading