William Tanuwijaya: Dari Warnet, Tokopedia, & Uang Triliunan

Fintech - Herdaru Purnomo, CNBC Indonesia
12 December 2018 13:07
William Tanuwijaya: Dari Warnet, Tokopedia, & Uang Triliunan
Jakarta, CNBC Indonesia - Ekspansi Tokopedia kian mengejutkan. Tepatnya hari ini, Rabu (12/12/2018) e-commerce tersebut merilis pendanaan baru sebesar US$ 1,1 miliar atau setara dengan Rp 15,95 triliun (asumsi kurs US$ 1 = Rp 14.500).

Mengutip publikasi yang disampaikan Tokopedia, pendanaan ini dipimpin oleh SoftBank Vision Fund dan Alibaba Group dengan partisipasi Softbank Ventures Korea, serta investor-investor Tokopedia sebelumnya.

Tokopedia memang sudah akrab didengar para pecinta belanja online. Tak ayal, jumlah visitor alias pengunjung Tokopedia mencapai 150 jutaan per bulan. Angka tersebut merupakan perhitungan SimilarWeb yang dipakai oleh iPrice dalam melakukan pemeringkatan top e-commerce di Indonesia.
iPrice melansir Peta e-Commerce Indonesia di mana Tokopedia menjadi yang teratas atau nomor satu marketplace yang paling banyak dikunjungi di Indonesia mengalahkan Bukalapak, Shopee, Lazada, dan Blibli.
William Tanuwijaya: Dari Warnet, Tokopedia, & Uang TriliunanSumber: iPrice

Kebesaran Tokopedia saat ini tak lepas dari sosok William Tanuwijaya. Pria asal Pematangsiantar, Sumatera Utara, ini mengawali startup dari nol. Bahkan ia sempat menjadi operator warnet hingga akhirnya berhasil perusahaan sendiri melalui internet.


Kini perusahaan startup yang didirikannya selama kurang lebih delapan tahun itu sudah dipercaya banyak investor besar mulai dari East Ventures, CyberAgent Ventures, Beenos, Sequoia Capital, dan SoftBank. Dikabarkan omzet Tokopedia juga sudah mencapai triliunan rupiah setiap bulan.

CNBC Indonesia berkesempatan mewawancarai William Tanuwijaya. Berikut petikannya bagaimana ia bisa membangun Tokopedia menjadi unicorn terbesar.


Boleh diceritakan bagaimana awalnya membangun Tokopedia?

Awalnya karena orangtua sempat sakit terus saya merantau ke Jakarta untuk kuliah. Saat kuliah (di Bina Nusantara Business School), saya mencoba magang bekerja sebagai operator warnet mulai dari jam 21.00 sampai 01.00. Ternyata saya baru tahu kalau internet bisa digunakan untuk apa saja termasuk buat usaha. Dari situ yang bertekad untuk bisa membangun perusahaan internet sendiri.

Bagaimana dengan modalnya?

Mencari modal sangat sulit bagi saya. Saya dulu juga pernah kerja kantoran dan merasa membangun bisnis itu sulit karena semua tentang kepercayaan. Apalagi rekam jejak masa lalu saya nggak punya modal yang baik, berasal dari keluarga sederhana, kuliah kerjanya jaga warnet, nggak pernah kerja di multinasional.

Biasanya saat mencari modal memulai bisnis yang ditanya itu masa lalunya. Saya sebagai anak daerah saya cukup beruntung punya kesempatan ke Jakarta makanya saya tidak menyerah. Selama dua tahun mencari modal, akhirnya bos saya sendiri yang memberi modal.

William Tanuwijaya, Penjaga Warnet, Tokopedia, & Uang TriliunFoto: CEO/Founder Tokopedia, William Tanuwijaya (kiri) dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf (CNBC Indonesia/Rehia Indrayanti Beru Sebayang)


Apa mengalami kesulitan juga untuk mencari karyawan?

Menurut saya aset terbesar mendirikan Tokopedia adalah SDM (sumber daya manusia). Pertama-tama saya mencari orang dengan promosi di kampus berdiri dua hari nggak ada yang mau melamar dan ini selalu menjadi masalah di awal berbisnis. Belum lagi dulu kantornya masih di ruko lantai 4 yang tidak ada eskalator jadi sering orang datang nggak jadi interview karena melihat itu. Tapi saya nggak menyerah hingga sekarang setiap bulan Tokopedia punya 40 ribu pelamar.

Kini bagaimana perkembangan Tokopedia?

Sekarang bisa dibilang cukup berhasil, sudah ada 2,7 juta masyarakat Indonesia yang membangun bisnis mereka di Tokopedia. 2,7 juta itu 70% adalah pebisnis baru, mereka ibu rumah tangga, pekerja kantoran, mahasiswa, mereka ini awalnya menggunakan tokopedia sebagai part time tapi banyak yang telah fokus dengan usahanya masing-masing.

Dengan jutaan penjual di Tokopedia, apa ada rencana perluas pasar untuk ekspor?

Saat ini kami masih fokusnya ke domestik, kalau lewat Tokopedia mereka bisa memenangkan seluruh pasar di Indonesia baru cita-citanya membangun merek dari Indonesia ke panggung dunia.

Di Tokopedia populasinya 100% pedagang domestik. Kita tak menerima satu pun penjual yang cross border misalnya pedagang dari luar negeri nggak bisa memasarkan produk apa pun di Tokopedia. Syaratnya mereka harus memiliki nomor telepon Indonesia dan nomor rekening Indonesia. Pertukarannya pun semua rupiah ya, rekening di bank Indonesia. Jadi karena itu 100% semua produk Indonesia.

Goal apa yang masih ingin dicapai?

Saya melihat ada masalah baru, banyak dari mereka terkendala, mentoknya di level UMKM, bagaimana kita bisa bawa mereka naik kelas hingga menjadi brand nasional bahkan mendunia. Nah kita mengajak untuk mulai saja dulu. Bisnis pasti jatuh, setelah jatuh harus bangkit. Ciptakan peluangmu dan setiap orang harus bisa mengembangkan diri mereka. Mulai dulu saja yang penting di era teknologi ini karena risiko gagal sangat minim terutama kita yang sudah pekerjaan utama.




(wed)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading