Yusuf Mansur dapat Izin BI, Masjid-Masjid Bakal Pakai QR Code

Fintech - Herdaru Purnomo, CNBC Indonesia
05 December 2018 08:11
Yusuf Mansur dapat Izin BI, Masjid-Masjid Bakal Pakai QR Code
Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) telah memberikan izin penyelenggaran transfer dana kepada PT Verita Sentosa Internasional (PayTren). Dengan izin ini, PayTren kini bisa melakukan aktifitas sistem pembayaran seperti transfer dana hingga pembayaran skema QR Code (Quick Response Code).

"Ini pelengkap e-money yang ditunggu-tunggu, terima kasih doanya," ungkap pemilik PayTren Yusuf Mansur kepada CNBC Indonesia, Rabu (4/12/2018).

Dijelaskan Yusuf Mansur, izin dari BI ini akan memudahkan pengguna PayTren dalam melakukan transfer dana ke sesama PayTren dan ke perbankan.
PayTren adalah sebuah perangkat lunak berupa aplikasi yang digunakan untuk pembayaran dalam jaringan, seperti tagihan rutin, pembelian pulsa elektronik, dan tiket perjalanan.


"PayTren ke PayTren, nanti setelah itu PayTren ke semua bank, semua bank ke PayTren bisa saling transfer, kirim dan terima. Plus dalam dan luar negeri PayTren juga nanti ada di semua ATM dan mobile banking perbankan," paparnya.

Dalam lampiran tanda izin yang diterima, PayTren tercatat telah mendapatkan izin pada 3 Desember 2018. Dengan izin tersebut, Yusuf Mansur bercita-cita bisa menggunakan teknologi QR Code di masjid-masjid.

"Siap meng-QR-kan semua masjid dan mushala. Sistem sudah ready. Pekan depan kita kerja sama dengan Pemkot Tangerang, meng-QR-kan 1.200 masjid dan mushala," ungkapnya.

Lebih jauh Ia menambahkan saat ini pengguna PayTren telah mencapai 5,2 juta orang. Sebanyak 1,8 juta orang diklaim Yusuf Mansur sebagai pengguna setia.

"Kemarin sempat susah karena dibekukan izinnya sama BI. Per bulan nilai transaksi hanya Rp 350 miliar. Nah setelah izin turun jadi aktif semua. Jika mereka para pengguna PayTren spending money Rp 2 juta per bulan maka sebulan transaksi sudah Rp 11 triliun per bulan," tutup Yusuf Mansur.


(roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading