Perkembangan Teknologi

Ini Alasan Trump Bersikap Galak ke Huawei

Fintech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
29 November 2018 12:08
Ini Alasan Trump Bersikap Galak ke Huawei
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengambil sikap yang keras terhadap berbagai perusahaan teknologi asal China. Trump menerapkan aturan yang ketat bagi perusahaan China yang membuat perusahaan teknologi Negeri Tirai Bambu sulit masuk ke AS.

HuaweiZTE, dan Fujian Jinhua Integrated Circuit Company sudah merasakannya. Ketiga raksasa teknologi China dianggap mengancam perusahaan AS dan keamanan nasional sehingga ekspansinya harus hentikan.


Negara-negara lain juga mulai mengikuti langkah AS. Australia dan Selandia Baru diketahui telah melarang ekspansi perangkat 5G Huawei. Alasannya pun sama: ancaman keamanan nasional.


Lalu apa yang menyebabkan Trump begitu keras melarang ekspansi perusahaan teknologi China terutama perangkat 5G milik Huawei?

Menurut laporan Wall Street Journal yang dikutip BGR.com, pemerintah AS memang khawatir teknologi 5G dapat digunakan China untuk memata-matai orang Amerika Serikat dan menguntit AS.

Alasan di Balik Gencarnya Trump Blokir HuaweiFoto: Tanda 5G terlihat selama Mobile World Congress di Barcelona, Spanyol. REUTERS/Yves Herman/File Photo

Selain itu, AS khawatir China bisa menguasai teknologi 5G secara luas sebelum perusahaan AS mengembangkan teknologi ini. Dengan bantuan peralatan Huawei, China akan menggantikan Silicon Valley sebagai pusat inovasi dunia, ujar beberapa pembuat kebijakan di Washington dan eksekutif di industri ini.

Pada Februari 2018, agen intelijen AS mengatakan produk Huawei dan ZTE dapat digunakan untuk tujuan mata-mata dan pemerintah AS melarang operator menjual Huawei Android terbaru.

Komite Investasi Asing di AS (CFIUS) akhirnya membatalkan akuisisi Qualcomm oleh Broadcom senilai Rp US$121 miliar dengan alasan setelah akuisisi ini Huawei bisa unggul dalam pengembangan teknologi 5G. Pembatalan ini memunculkan kritik proteksionisme pada negara liberal.

Asal tahu saja, AT&T dan Verizon, akan mulai menerapkan 5G di beberapa kota di AS tahun ini. T-Mobile dan Sprint akan mengikuti tahun depan. Analis memperkirakan China akan melakukan penyebaran 5G dengan cara berbeda.

"Orang-orang China akan mendekati mitranya secara terselubung," kata analis Gartner, Ian Keene.

Vodafone, sementara itu, operator terbesar kedua di dunia mempercayai Huawei.

"Mereka adalah perusahaan yang sangat inovatif. Mereka sangat terbuka. Kami tidak pernah menemukan sesuatu yang tak dari normal dalam peralatan dan perangkat lunak Huawei," kata eksekutif Vodafone Vittorio Colao.
[Gambas:Video CNBC]


(roy/prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading