Perkembangan Teknologi

Bangun Pusat Data di Denmark, Google Investasi Rp 10 T

Fintech - Bernhart Farras, CNBC Indonesia
21 November 2018 13:34
Bangun Pusat Data di Denmark, Google Investasi Rp 10 T
Kopenhagen, CNBC Indonesia - Google akan menginvestasikan hampir US$700 juta (Rp 10,2 triliun) untuk pusat data Denmark yang didukung oleh energi hijau yang menegaskan minat penanaman modal perusahaan yang intensif di wilayah Nordik.



Google mengatakan akan menandatangani perjanjian jual beli listrik (Power Purchase Agreement/ PPA) untuk pusat data Denmark baru dalam rangka memastikan gedung tersebut didukung oleh energi hijau.





Negara-negara Nordik, yang dapat menghasilkan listrik relatif murah dari sumber hijau seperti tenaga air dan angin, telah lama menjadi magnet bagi industri yang butuh banyak energi. Sekarang, daerah ini sangat menarik perusahaan yang gencar mengembangkan pusat data.




Investasi tahunan di pusat data wilayah Nordik dapat berlipat ganda menjadi lebih dari 4 miliar euro (US$4,57 miliar) pada 2025, menurut sebuah studi baru yang diterbitkan oleh Dewan Menteri Nordik, badan resmi untuk kerja sama regional di wilayah itu, Selasa (20/11/2018).



Perusahaan-perusahaan besar telah berlomba-lomba mendapatkan energi hijau murah untuk mengelola biaya dan mengurangi jejak karbon mereka melalui PPA. Ini memungkinkan perusahaan seperti Google, yang dimiliki oleh Alphabet Inc, Facebook, dan Microsoft untuk membeli langsung dari pembangkit listrik, dilansir dari Reuters.



Meskipun negara-negara Nordik masih dianggap kurang terhubung dengan pasar global, kawasan ini kemungkinan akan tetap mendapatkan pangsa pasar, menurut studi Dewan Menteri.



Bangun Pusat Data di Denmark, Google Investasi Rp 10 TFoto: infografis/Negara-negara dengan Internet Tercepat 2018/Aristya Rahadian krisabella
Hal ini sebagian disebabkan oleh energi hijau dan stabilitas politik di kawasan ini. Sementara instalasi yang direncanakan untuk menghubungkan serat optik utama ke Amerika Utara dan Asia akan meningkatkan konektivitas mereka.



Google mengatakan pihaknya juga mengevaluasi investasi di sejumlah proyek energi angin dan matahari lepas pantai dan laut di Denmark.



Pada September, Google menandatangani perjanjian 10 tahun untuk membeli energi terbarukan dari tiga kebun angin baru yang dibangun di Finlandia yang akan memberdayakan salah satu pusat datanya.



Tahun lalu, jumlah PPA perusahaan baru yang dikontrak, terutama angin dan matahari, mencapai rekor dengan lebih dari 5 gigawatt, naik hampir sepertiga dari tingkat pada 2016, menurut Badan Energi Terbarukan Internasional.



Pusat data baru di kota kecil Fredericia itu akan menghabiskan biaya 4,5 miliar crown Denmark (US$689 juta) dan mempekerjakan 150 hingga 200 staf setelah selesai pada 2021, sesuai dengan rencana.



Selain Fredericia, Google membeli plot tanah lain tahun lalu di Aabenraa, Denmark, di samping pusat data yang direncanakan oleh Apple Inc. Facebook juga telah merencanakan pembangunan pusat data di Denmark.



Denmark adalah rumah bagi sektor energi angin besar termasuk pembuat turbin Vestas Wind Systems dan pengembang ladang angin lepas pantai Orsted.


(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading