Fintech

Untung-Rugi Startup Fintceh Catat Diri ke OJK

Fintech - Ranny Virginia Utami, CNBC Indonesia
02 November 2018 19:22
Untung-Rugi Startup Fintceh Catat Diri ke OJK
Jakarta, CNBC Indonesia - Perkembangan teknologi yang semakin maju belakangan, tak terkecuali di sektor keuangan digital, membuat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) perlu bertindak.

Melalui Peraturan OJK No. 13/POJK 02/2018, lembaga ini mewajibkan perusahaan financial technology (fintech) untuk mencatatkan diri demi mendapat legalitas izin beroperasi di Indonesia. 

Deputi Komisioner OJK Institute Sukarela Batunanggar menjelaskan perusahaan fintech tak perlu khawatir atau ragu untuk melakukan pencatatan diri. Proses ini justru memiliki banyak manfaat demi mengembangkan inovasi keuangan digital di Indonesia.


"OJK bisa memasukkan (perusahaan) ke dalam regulatory sandbox untuk dilakukan pengujian, terutama tata kelola dan risikonya. Jadi, manfaat ini sebenarnya untuk perusahaan. Rugi kalau perusahaan tidak mencatat diri di OJK," kata Sukarela Batunanggar di kantor OJK Infinity, Wisma Mulia 2, Jakarta, Jumat (2/11/2018).

Selain membantu mengembangkan ekosistem para pelaku fintech, baik dalam tata kelola maupun manajemen risiko, Sukarela Batunaggar juga mengatakan bahwa aturan ini akan membuat masyarakat menjadi lebih familiar dan tidak takut untuk berpartisipasi dalam industri fintech.

"Karena ini ada semangat yang seimbang antara kejelasan regulasi, perlindungan konsumen dan pertumbuhan inovasi sehingga ke depan pertumbuhannya harus berkelanjutan," kata Sukarela Batunanggar.

Di sisi lain, jika perusahaan fintech tidak mencatatkan diri maka OJK akan memberikan sanksi berupa larangan untuk berhubungan bisnis dengan perbankan sehingga perusahaan akan kesulitan dalam mengembangkan bisnisnya.

"Selain itu, juga akan sulit bergabung dalam asosiasi karena asosiasi ini kan forum untuk berbagi informasi, capacity building, dan sinergi. Artinya, fintech yang belum terdaftar nanti akan keluar dari ekosistem inovasi keuangan digital," kata Sukarela Batunanggar.

Sebagai informasi tambahan, untuk dapat mencatatkan diri ke OJK, perusahaan perlu mendapatkan surat tanda terdaftar dari Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) terlebih dulu. Sementara untuk mendapatkan surat tersebut, perusahaan harus memenuhi standar dan ketentuan yang ditetapkan oleh asosiasi.

Sejauh ini, OJK memantau ada 167 perusahaan fintech yang telah bergabung ke dalam AFTECH. OJK berharap keseluruhan perusahaan ini dapat segera mengajukan pencatatan diri ke lembaganya untuk memperoleh izin resmi beroperasi di Tanah Air.


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading