Perkembangan Teknologi

Booming TikTok Cs dan Berakhirnya Era Live-Streaming

Fintech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
19 September 2018 15:22
Booming TikTok Cs dan Berakhirnya Era Live-Streaming
Jakarta, CNBC Indonesia - Pesatnya perkembangan konten live-streaming telah membuat sejumlah platform media sosial di China bisa meraup keuntungan miliaran dolar. Platform seperti YY, Huya, Momo, dan Bilibili punya pengguna yang tumbuh signifikan.

Namun, era live-streaming segera berakhir karena masyarakat, terutama anak China, kini sudah mulai mengalami perubahan kebiasaan. Mereka kini lebih suka menonton video pendek (short video) ketimbang live-streaming.

"Dulu saya menghabiskan satu atau dua jam per hari untuk menonton live streaming. Sekarang saya lebih suka menghabiskan waktu dengan menonton video pendek berdurasi 15 detik, durasi menonton bisa lebih panjang lagi di akhir pekan," ujar Zeng Hu (33), seorang projek manager yang berkantor di Jinan, China.


Sejak tahun lalu, platform yang menyediakan video pendek, biasanya berdurasi di bawah dua menit tumbuh pesat di China. Mereka biasanya dikemas dengan musik dan efek khusus yang membuat kesan menyenangkan dan unit bagi pembuat konten dan viewer.

Di saat yang sama pengguna aktif layanan live streaming juga turun. Menurut riset QuestMobile, pada Juni 2018, jumlah pengguna aktif bulanan dalam industri live streaming turun 10,8% menjadi 91,28 juta dari 104,1 juta pada Januari 2017.

Penurunan pengguna seperti itu juga telah memukul valuasi saham. YY, perusahaan live streaming terkemuka di China, yang sempat menikmati lonjakan harga saham sebesar 186,8% tahun lalu, tetapi kini harga saham sudah turun lebih dari sepertiga dari nilainya.


Era TikTok

Douyin merupakan aplikasi video pendek yang paling populer di China. Ada lebih dari 300 juta pengguna aktif per bulan aplikasi yang juga dikenal dengan nama TikTok di luar China ini.

Sementara rival TikTok di China, Kuaishou yang disokong Tencent, popularitasnya juga terus meningkat. Ada lebih dari 234 juta pengguna aktifnya per bulan.

"Menonton live-streaming memakan banyak waktu. Live streaming versus video pendek seperti TV series versus film," ujar Zeng. "Durasi yang lebih pendek lebih kompak dan menarik, sedangkan live streaming bisa relatif membosankan karena Anda menonton orang yang sama sepanjang waktu."

Beberapa faktor kunci yang berkontribusi pada kemunculan aplikasi video pendek adalah tingginya kebutuhan pengguna China akan konten yang menghibur dan lebih mudah diakses.

"Video pendek memang singkat tetapi kaya konten, sangat cocok untuk menghabiskan waktu luang Anda," ujar Jiang Yige, seorang analis dari FengHe Fund Management yang berbasis di Singapura, seperti dilansir CNBC International, Rabu (19/9/2018).

"Dalam beberapa tahun terakhir, semua pengembang aplikasi China melakukan yang terbaik untuk memanjakan pengguna. Video pendek hanyalah contoh baru dari pengembang aplikasi yang memanjakan pengguna internet."

Menurut laporan yang diterbitkan oleh perusahaan modal ventura Kleiner Perkins yang berbasis di California, Douyin memiliki pengguna yang loyal dan setiap pengguna rata-rata menghabiskan waktu 52 menit dalam aplikasi ini.

Namun Menurut Jiang, era live-streaming belum berakhir. Kebangkitan olahraga e-sport bisa menolong bisnis live-streaming. E-sport melibatkan banyak orang dan durasi menontonnya panjang.

"Bagi mereka puncak sudah berlalu. Tapi kami lebih optimis pada streaming game seiring berkembang pesatnya industri e-sports China, genre permainan yang berbeda dapat menarik lebih banyak pemain serta penonton sebab kompetisi dan liga e-sport terus berkembang," ujar Jiang.

Booming TikTok Cs dan Berakhirnya Era Live-StreamingFoto: Edward Ricardo



(roy/prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading