Perkembangan Teknologi

Miliuner Jepang Ini Jadi Penumpang Pertama SpaceX ke Bulan

Fintech - Ester Christine Natalia, CNBC Indonesia
18 September 2018 - 12:34
Jakarta, CNBC Indonesia - Teka-teki siapa penumpang pertama SpaceX, perusahaan transportasi luar angkasa milik Elon Musk terjawab sudah. Ia adalah Yusaka Maezama seorang miliarner asal Jepang.

Yusaka Maezama yang merupakan Pendiri sekaligus Direktur Eksekutif ritel busana online Zozo, akan jadi kru pesawat luar angkasa Big Falcon Rocket (BFR) yang akan mengelilingi bulan pada 2023. BFR sendiri didesain untuk terbang ke Mars.

Foto: Peluncuran roket pertama SpaceX, Falcon (Reuters)

"Akhirnya saya bisa memberitahu Anda bahwa sama memilih untuk berangkat ke bulan!" ujar Maezawa dalam sebuah pengumuman, Senin (17/9/2018), Business Insider melaporkan.


Yusaka Maezama memborong semua kursi FBR dan akan memilih enam hingga 8 artis untuk menjelajahi bulan. Maezawa akan menjadi orang pertama yang bepergian ke bulan sejak misi Apollo Amerika Serikat (AS) diakhiri tahun 1972.

Identitasnya diungkap dalam sebuah acara hari Senin malam di markas besar perusahaan dan pabrik roket yang terletak di Hawthorne, kota pinggiran Los Angeles.

SpaceX tidak menyebutkan berapa biaya yang dibayarkan Yusako Maezama untuk penerbangan ke bulan ini, tetapi ia sudah membayar uang muka dan akan membayar dalam jumlah besar.

"Dia adalah orang yang sangat berani untuk melakukan ini," kata Musk tentang pebisnis Jepang itu, melansir dari Reuters.

Di luar Jepang, Maezawa sangat terkenal karena memecahkan rekor dengan melakukan pembelian sebesar US$110 juta (Rp 1,6 triliun) untuk lukisan tanpa judul tahun 1982 karya Jean Michel Basquiat.

Elon Musk, yang juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif produsen mobil listrik Tesla Inc, mengungkap lebih banyak rincian tentang BFR. Dia menyebut kendaraan luar angkasa super berat itu akan mengantar penumpang ke bulan dan pada akhirnya mengantarkan manusia serta kargo ke Mars. BFR bisa melakukan penerbangan orbit pertamanya dalam waktu dua sampai tiga tahun ke depan, katanya.

Musk sebelumnya mengatakan dia ingin roket itu siap digunakan untuk perjalanan tanpa pilot ke Mars di tahun 2022, kemudian penerbangan dengan kru pada tahun 2024. Meskipun begitu, target produksi ambisiusnya sudah terkenal sering meleset.

"Tidak pasti 100% kita bisa menerbangkan ini," kata Musk tentang misi bulan.

Jumlah yang dibayarkan Maezawa untuk jalan-jalan ke bulan tidak diungkap. Meskipun begitu, Musk berkata pebisnis itu sudah memberi uang muka berjumlah signifikan dan akan memberi dampak material terhadap ongkos pengembangan BFR.



(roy)
1 dari 2 Halaman
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading