Cerita Tentang Fintech, Milenial, dan Pasar Modal 'Zaman Now'

Fintech - Irvin Avriano A, CNBC Indonesia 07 August 2018 17:20
Jakarta, CNBC Indonesia - Dunia sedang berubah. Semua hal yang telah berjalan lancar layaknya sebuah rantai sedang musimnya dibayangi inovasi gaya baru mengganggu (disrupted innovation) yang dibawakan oleh generasi bergaya hidup kekinian, kaum millenial.

Dalam sebuah diskusi informal di sebuah kedai kopi di gedung bursa efek pekan lalu, Partner Assurance Services Ernst & Young Jongki Widjaja mengatakan perubahan itu sudah semakin banyak dan nyata.

Salah satunya dapat ditunjukkan dari mulai tidak umumnya membaca koran tiap pagi oleh generasi muda, khususnya oleh anak-anaknya.

"Saya sih masih merasa kurang kalau pagi tidak baca koran. Namun, anak-anak saya ini yang sudah baca yang lain jadi tidak perlu baca koran lagi, mungkin mereka mulai baca e-paper atau cukup baca update berita di website-website news. Trennya seperti itu," ujar Yongki.

Memang banyak contoh bahwa 'anak sekarang' memiliki pilihan tersendiri, jauh di luar bayangan dari orang tua mereka. Jika orang tua kita tak terlalu jauh pergaulannya dibandingkan jaman kita, maka beda halnya dengan anak-anak yang berusia di bawah 30 tahun ini.

Perbedaan tentu banyak terlihat, salah satunya dari fenomena gawai (gadget) yang semakin canggih seiring waktu dan perkembangan di dalam ponsel sebagai salah satu gawai populer.

Direktur Utama PT Schroder Investment Management Indonesia Michael Tjandra Tjoajadi memiliki contoh lain. Dia bergurau kalau gaya generasi sekarang yang dia juluki Gen M (generasi menunduk, yang hampir selalu menundukkan lehernya menghadap ponsel dan gawai jika sedang berjalan tanpa menghiraukan hal lain), memang sudah mulai mengubah dunia.

Dia menilai kondisi sekarang yang sudah mulai terpengaruh oleh gaya para milenial adalah komunikasi langsung yang mulai memudarkan gaya komunikasi lama. Salah satu contohnya adalah mulai berlumutnya kotak masuk (inbox) dalam surat elektronik (email).

"Email saya ratusan ribu yang tidak terbaca kemudian dihapus. Karena semuanya sudah selesai menggunakan Whatsapp dan semacamnya. Undangan resmi bahkan dikirim lewat pesan, tidak lagi email karena komunikasinya sekarang lebih langsung."

Lebih lanjut, dia bercerita bahwa kantornya yang menjadi bagian dari jaringan global manajemen investasi asal Inggris bernama Schroders Plc yang berniat menerapkan empat hari kerja dalam sepekan.

Dalam sepekan, tuturnya, beberapa fungsi di kantor dapat mengerjakan pekerjaannya di rumah dengan beberapa ketentuan tertentu, seperti internet dan komputer yang mumpuni, layaknya bekerja di kantor. Langkah tersebut, sudah mulai diwacanakan di beberapa perwakilan negara lain dan tidak lama lagi akan segera direalisasikan. Hal tersebut, terutama akan semakin mengentalkan 'warna' khas milenial di lembaga keuangan seperti kantornya.


(NEXT)





(dru)
1 dari 4 Halaman
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading