Ada 227 Fintech Lending Ilegal, OJK: Nasabahnya Jutaan Orang

Fintech - Rivi Satrianegara, CNBC Indonesia
27 July 2018 13:45
Ada 227 Fintech Lending Ilegal, OJK: Nasabahnya Jutaan Orang
Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan memperkirakan ada jutaan nasabah platform financial technology (fintech) peer-to-peer (P2P) lending yang ilegal atau tidak terdaftar dan mendapat izin OJK.

Ketua Satgas Waspada Investasi OJK Tongam Lumban Tobing mengatakan ada 227 fintech P2P lending yang saat ini tergolong ilegal. Dia memperkirakan masing-masing platform memiliki sekitar 100 ribu member (anggota).

"Kami memperkirakan satu platform ada sampai 100 ribu membernya. Jadi ini bisa mencapai jutaan juga, ini sangat potensial bisa merugikan konsumen, masyarakat," tutur Tongam di Kantor OJK, Jumat (27/7/2018).


Tongam tak dapat memastikan jumlah pasti nasabah, karena posisi ilegal fintech-fintech itu membuat OJK tak memiliki daftar nasabah serta informasi lain terkait kegiatan perusahaan.

Maka dari itu, Satgas Waspada Investasi OJK akan menindak tegas dengan menutup perusahaan-perusahaan tersebut. Kerja sama juga dilakukan dengan Google Indonesia dan pihak Kementerian Komunikasi dan Informasi untuk memblokir situs serta aplikasi platform-platform tersebut.

"Ada 227 yang ilegal, sedangkan jumlah perusahaan 155 platform. Jadi satu developer bisa punya dua hingga lima aplikasi. Hampir 85% perusahaan itu berasal dari China," kata Tongam.

Menurut dia, pengetatan China atas perkembangan fintech P2P lending membuat banyak perusahaan yang akhirnya masuk Indonesia.

"Google akan membantu kami, mereka akan lakukan screening kalau mau masukan aplikasi yang ada kata-kata rupiah, pinjaman dan lain sebagainya akan disaring. Begitu juga dengan web-web seperti di Tokopedia atau Bukalapak, kita minta screening biar disapu karena mereka ada di sana juga."


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading