Internasional

Facebook Batal Dirikan Anak Usaha di China

Fintech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
26 July 2018 11:54
Facebook Batal Dirikan Anak Usaha di China
Jakarta, CNBC Indonesia - Keinginan Facebook ekspansi ke pasar China terganjal lagi. Penyebabnya, pemerintah Tiongkok telah membatalkan persetujuan pendirian anak usaha Facebook di Zhejiang, New York Times melaporkan, Rabu (25/7/2018).

Sebelumnya, dalam laporan Reuters disebutkan bahwa rencana pembukaan anak usaha Facebook di China sudah masuk dalam database pemerintah. Tetapi kini surat pendaftaran tersebut telah menghilang.

Ini merupakan sebuah kemunduran bagi Facebook yang telah berjuang masuk pasar China, negara dengan pasar terbesar di dunia. Saat ini Tiongkok memblokir situs Facebook dan WhatsApp.


Kejadian ini juga menggambarkan betapa sulitnya bagi perusahaan AS dan perusahaan teknologi untuk memasuki pasar China karena birokrasi dan proteksi pasar.


"Istilah seperti 'The Great Firewall' sering memberi kesan kepada orang luar bahwa pemerintah China sepenuhnya bersatu dalam kebijakan teknologi," kata Matt Sheehan, seorang pakar China dari Paulson Institute. "Kenyataannya, di dalam Firewall itu ada banyak benteng yang bersaing dan perang sedang berlangsung."

Keputusan China ini datang di tengah meningkatnya tensi perang dagang dengan AS setelah dua ekonomi terbesar dunia mengenakan tarif impor satu sama lain.

Hal ini bisa memperburuk hubungan AS-China. Tiongkok juga masih menangguhkan rencana perusahaan pembuat chip AS, Qualcomm Inc, untuk akuisisi NXP Semiconductors NV. Pada Rabu waktu setempat, Qualcomm mengatakan akan membatalkan kesepakatan dengan NXP jika tidak mendapat persetujuan dari China pada 23:59 waktu AS.

Facebook tidak menanggapi beberapa permintaan untuk berkomentar.

Keputusan untuk membatalkan persetujuan itu terjadi karena adanya perselisihan antara pemerintah Provinsi Zhejiang dengan regulator internet nasional, Cyberspace Administration of China, yang marah karena tidak dimintai persetujuan dalam pembuatan keputsan tersebut, seperti dilaporkan New York Times.

"Ini lebih tentang politik internal China daripada tentang Facebook dan China," kata Gary Rieschel, investor usaha lama di China dan pendiri dan managing partner dari Qiming Venture Partners. "Saya tidak berpikir ini sebagai hal yang baru bagi perusahaan teknologi AS yang mencoba memasuki China," katanya.

Pemerintah Cina telah menegaskan ingin jadi pemimpin dalam sektor teknologi seperti kecerdasan buatan, dan meminta pemerintah provinsi untuk menarik lebih banyak bakat teknologi.

Cyberspace Administration of China tidak segera tersedia untuk komentar. Pejabat Tiongkok lainnya tidak dapat dihubungi di luar jam kerja.

Saham Facebook anjlok 24% dalam perdagangan setelah jam kerja pada hari Rabu setelah perusahaan melaporkan pertumbuhan pendapatan melambat padahal biaya terus meningkat dan kekhawatiran akan privasi dan keamanan data pengguna.

"Facebook yang membuka pusat penelitian tidak akan mempercepat masuknya produk utamanya ke pasar China," kata Sheehan.


(roy/prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading