Startup

Bos Softbank Kecam Jepang karena Larang Taksi Online

Fintech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
19 July 2018 14:41
Bos Softbank Kecam Jepang karena Larang Taksi Online
Jakarta, CNBC Indonesia - Chief Executive SoftBank Group Corp Masayoshi Son mengecam kebijakan pemerintah Jepang yang melarang taksi online berbagi tumpangan (ride-sharing). Aksi ini telah membuat Jepang tertinggal dibanding negara lain di berbagai bidang seperti kecerdasan buatan dan fintech.

"Berbagi tumpangan dilarang oleh hukum Jepang. Saya tidak percaya masih ada negara yang begitu bodoh," ujar Masayoshi Son pada Kamis (19/7/2018) seperti dilansir dari Reuters.

Komentar ini mencerminkan kekesalan Masayoshi Son pada Jepang di mana ia membangun mesin uang dan telah mendorong investasi di bisnis telekomunikasi domestik, tetapi tidak mendapat dukungan dalam investasi teknologi di luar negeri.


Pemerintah Jepang melarang pengemudi yang tidak profesional untuk membawa pelanggan berbayar dengan alasan keamanan dan negara mengikuti suara industri taksi yang menentang deregulasi.

Ketika dimintai tanggapan, juru bicara Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi Jepang mengatakan bahwa masalah dengan layanan ride-hailing adalah ketika pengemudi bertugas mengangkut penumpang, tidak jelas siapa yang bertanggung jawab atas pemeliharaan dan operasi.

"Kementerian percaya layanan ini menimbulkan masalah baik dari sisi keamanan dan perlindungan konsumen, diperlukan pertimbangan yang cermat," katanya.

SoftBank dan Vision Fund telah mengelola dana US$100 miliar yang telah diinvestasikan dalam perusahaan-perusahaan taksi online seperti Uber Technologies Inc, Didi Chuxing dari China, Grab Ola dan Asia Tenggara dari India.

SoftBank dan Didi meluncurkan layanan pemesanan taksi online di Jepang yang akan menghubungkan pengguna dengan armada taksi yang ada.


(roy/prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading