Perkembangan Teknologi

Berpotensi Monopoli, Bagaimana Nasib Akuisisi Uber-Grab?

Fintech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
05 July 2018 16:00
Berpotensi Monopoli, Bagaimana Nasib Akuisisi Uber-Grab?
Jakarta, CNBC Indonesia - Komisi persaingan usaha Singapura atau The Competition and Consumer Commission of Singapore (CCCS) telah menyelesaikan penyelidikan akuisisi Uber Asia Tenggara oleh Grab. Dalam temuan sementara CCCS, akuisisi ini telah menghapuskan persaingan Grab dan Uber yang berpotensi menimbulkan monopoli.

Pertanyaan yang mengemuka adalah bagaimana nasib akuisisi Uber Asia Tenggara oleh Uber? Apakah akuisisi ini akan dibatalkan?

[Gambas:Video CNBC]
Dalam rilis resmi CCCS, meski akuisisi Uber-Grab menurunkan kompetisi di pasar, aksi korporasi ini tidak dibatalkan. Tetapi kedua perusahaan dijatuhkan sanksi keuangan. Selain itu, CCCS juga mengusulkan beberapa hal yang harus dilakukan.



Pertama
, Grab menghapus kewajiban eksklusivitas, periode lock-in, dan biaya terminasi pada semua driver yang terdaftar di platform-nya. Ini termasuk mereka yang menyewa dari Grab Rentals, Uber Lion City Rentals, atau rekanan sewaan.

Kedua, Grab menghapus pengaturan eksklusivitas dengan armada taksi atau penyewaan pribadi di Singapura sehingga dapat meningkatkan pilihan untuk pengemudi dan pengendara.

Ketiga, Grab mempertahankan algoritma penetapan harga sebelum akuisisi dan tingkat komisi pengemudi sampai kompetisi yang sehat kembali tercipta.

Keempat, Uber menjual Lion City Rentals (bisa sebagian atau keseluruhannya) pada pesaing potensial yang membuat penawaran yang masuk akal dan mereka tidak menjualnya ke Grab tanpa persetujuan CCCS.

CCCS mengatakan Uber dan Grab memiliki waktu selama 15 hari kerja untuk memberikan tanggapan ke CCCS. Anggota masyarakat juga dapat memberikan saran perbaikan usulan hingga 19 Juli 2018.



(roy/prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading