Tembus Rp 5,4 T, Pinjaman Fintech Naik 111% dalam 4 Bulan

Fintech - Gita Rossiana, CNBC Indonesia
26 June 2018 11:28
Tembus Rp 5,4 T, Pinjaman Fintech Naik 111% dalam 4 Bulan
Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa industri financial technology (fintech) telah menyalurkan pinjaman sebesar Rp 5,42 triliun pada April 2018, meningkat 111,23% dibandingkan Desember 2017 sebesar Rp 2,56 triliun.

Kenaikan tersebut sejalan dengan jumlah peminjam (borrower) yang mencapai 1,47 juta entitas, naik 468,79% dari akhir 2017. Sementara itu, jumlah pemberi pinjaman (lender) mencapai 162.373 entitas naik 60,86% dari akhir Desember 2017

Adapun rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) dari fintech lending mencapai 0,53% pada April 2018. Nilai tersebut menurun dibandingkan Desember 2017 yang mencapai 0,99%.


Direktur Pengaturan, Perizinan dan Pengawasan Fintech OJK Hendrikus Passagi mengungkapkan, Indonesia memiliki populasi sekitar 250 juta penduduk. Pasar tersebut merupakan pasar potensial untuk perkembangan ekonomi digital.

Kehadiran perusahaan fintech lending baru, menurut Hendrikus, tentunya bisa mengakomodir kebutuhan 250 juta penduduk tersebut.

"Kami terus mendorong lahir dan hadirnya ekosistem ekonomi digital di tanah air, agar sekaligus dapat menjadi acuan bagi negara tetangga dan dunia internasional, mengingat indonesia memiliki populasi sekitar 250 juta penduduk yang tersebar di sekitar 17 ribu pulau,"ujar dia kepada CNBC Indonesia, Selasa (26/6/2018).

OJK mencatat sebanyak 51 perusahaan fintech sudah terdaftar atau berizin. Dari jumlah tersebut, hanya satu perusahaan yang sudah mendapatkan izin, yakni PT. Pasar Dana Pinjaman (Danamas).

OJK sudah mengeluarkan persetujuan pendaftaran bagi perusahaan fintech peer to peer lending (P2P lending) sejak 4 Mei 2017. Terbaru, yakni pada 4 Mei 2018, PT. Tri Digi Fin (KreditPro).

Namun saat dikonfirmasi mengenai perusahaan fintech lending yang akan masuk, Hendrikus tidak menjelaskannya lebih lanjut. Kendati, salah satu unicorn tanah air, yakni Go-jek terdengar akan merambah bisnis tersebut. "Semua fintech lending yang terdaftar, selalu dipublikasikan melalui website resmi," ujarnya. (dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading