Perkembangan Teknologi

Tak Optimal Kembangkan Layanan, Apple Rugi Miliar Dolar

Fintech - Ester Christine Natalia, CNBC Indonesia
24 May 2018 14:34
Ketidakpastian rugikan harga saham

Ketidakpastian rugikan harga saham

Apple memasuki fasilitas berlangganan dalam acara tahunan Worldwide Developers Conference tiga tahun lalu ketika memperkenalkan Apple Music, sebuah perubahan dari strategi sebelumnya yang memasang harga untuk setiap lagu atau album yang diunduh di iTunes. 

Apple juga menjual penyimpanan iCloud dengan layanan berlangganan, harga per bulannya berkisar antara $1 sampai $10.

Sementara para investor menunjukkan minat yang jelas pada bisnis berlangganan, mereka mewajibkan perubahan fundamental tentang cara perusahaan membangun dan mendukung produk, serta bagaimana mereka memberi insentif kepada para karyawan penjualan. 


Butuh uang yang sangat banyak untuk memperoleh konsumen baru, tetapi perlu waktu berbulan-bulan atau bahkan tahun sebelum menghasilkan untung.

Kenyataan bahwa beberapa pengguna tidak bisa ditahan untuk berhenti membayar adalah masalah yang dikenal di bidang software cloud sebagai "churn" atau pengaduk. Perusahaan cloud umumnya memiliki sistem otomatis dan tim yang didedikasikan untuk membuat pelanggan memperbarui langganannya. 

Apple menjadi perusahaan paling berharga di dunia karena menciptakan produk konsumen yang dicintai masyarakat, bukan dengan merekrut perwakilan "kesuksesan konsumen" untuk membuat timnya tetap membayar iCloud.

"Pemikiran umumnya adalah kapanpun Anda mengubah model, itu hanya menciptakan banyak ketidakpastian yang berdampak negative ke saham," kata Munster.

Tetap saja, semakin banyak software yang dijalankan di cloud dan bisnis warisan dipaksa untuk beradaptasi. Adobe telah mendorong pengguna lama ke Creative Cloud, dan Microsoft sudah sukses dengan Office 365 yang merupakan versi cloud dari aplikasi produktivitas berbasis lisensi. 

Beberapa analis memandang para pengguna (straggler) sebagai bagian dari peluang pertumbuhan Microsoft selama beberapa tahun ke depan.

Bisnis layanan Apple bisa menggunakan pendorong pendapatan serupa, khususnya dengan pasar ponsel pintar (smartphone) yang mulai mencapai tingkat saturasi. Pada tahun 2016, pendapatan iPhone dan penjualan perusahaan secara keseluruhan anjlok selama tiga kuartal berturut-turut dalam basis tahunan.

Dalam sebuah catatan pekan lalu, Munster menulis layanan itu akan merepresentasikan 20% dari pendapatan Apple di tahun 2023. Dalam sebuah wawancara, dia mengatakan Apple bisa mengeluarkan layanan langganan baru di augmented reality, kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan video.

Byron Deeter, Partner di Bessemer Venture Partners dan seorang investor besar di startup software cloud, mengatakan peluang sangat jelas bagi Apple.

"Anda tentu bisa melihat sebuah kasus bagi seorang general manager ambisius yang berkata, "Beri saya sekelompok insinyur, saya akan membuat bisnis cloud ini, menjalankannya dan meluncurkannya,"" kata Deeter. "Orang-orang tidak hanya menginginkan produk desktop ini lima tahun dari sekarang."

Melihat kepopuleran Apple dengan konsumen dan fakta bahwa masyarakat menggunakan perangkat Apple untuk bekerja, perusahaan juga harus fokus pada software untuk bisnis, seperti membuat iCloud lebih sesuai bagi tempat kerja, menurut Deeter. 

Laporan Barclays sebelumnya di awal tahun ini menunjukkan bahwa iCloud bisa bantu Apple mengurangi ketergantungannya pada hardware.

"Mereka memiliki interaksi yang luar biasa," kata Deeter. "Mereka sudah memiliki konsumen rumahan dan orang-orang sudah menggunakan produknya dalam berbagai urusan profesional."



(roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading