Perkembangan Teknologi

Perkuat Pertahanan, Singapura Undang Hacker Retas Jaringannya

Fintech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
22 February 2018 07:23
Perkuat Pertahanan, Singapura Undang Hacker Retas Jaringannya
Jakarta, CNBC Indonesia — Otoritas keamanan dunia maya Singapura telah mengundang para pegiat dunia siber untuk meretas jaringannya. Tujuannya untuk meningkatkan keamanan dari peretasan dan kejahatan siber lainnya.

Pada Rabu (21/2/2018) pemerintah Singapura telah membayar US$14.750 atau setara Rp 200,6 juta sebagai hadiah untuk mereka yang disebut hacker "white hat”. Ini adalah sebutan bagi mereka yang berusaha memasuki sebuah jaringan untuk memeriksa kerentanannya.

Program ini berlangsung dari Januari hingga awal Februari 2018. Program ini dijalankan setelah tahun lalu sebuah web portal kementerian pertahanan diretas oleh pihak tak bertanggung jawab. Para hacker mencuri data pribadi dari 850 pegawai militer dan pegawai lainnya.


Program ini dijalankan dengan menggandeng jaringan keamanan siber HackerOne yang memiliki spesialisasi dalam mengkoordinasikan "bug bounty programmes" dimana hacker diberikan imbalan karena menemukan kelemahan dalam sistem komputer.

Peretas teratas dalam kontes tersebut adalah Cyber Security Manager dari Ernst and Young Singapore yang menggunakan nama Darrel dan mendapat uang hadiah US$5.000 (Rp 68 juta).

Menurut Kementerian Pertahanan Singapura dalam kontes tersebut ada 97 laporan kerentanan yang diajukan oleh 34 peserta. Namun, hanya 35 laporan saja yang dianggap sah.

Kepala Cybersecurity Kementerian Pertahanan David Koh mengatakan kementerian pertahanan berisiko tinggi menjadi sasaran dan penyerangnya bisa berasal dari siswa sekolah menengah (SMA) di ruang bawah tanah mereka hingga penjahat dan aktor negara. “Sistem kami sekarang lebih aman,” ujarnya seperti dikutip AFP.

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading