e-Commerce

Ini Tiga Tantangan dalam Mengembangkan Bisnis e-Commerce

Fintech - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
03 February 2018 13:54
Ini Tiga Tantangan dalam Mengembangkan Bisnis e-Commerce
Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Joko Widodo telah menyatakan komitmen dalam pengembangan perdagangan elektronik berbasis teknologi dan aplikasi (e-commerce). Kepala Negara menargetkan total transaksi e-commerce bisa mencapai US$ 130 miliar (Rp 1.755 triliun).

Namun, hingga kini pelaku usaha e-commerce masih mengeluhkan tiga tantangan yang menghambat pertumbuhan bisnis ini dan berpotensi membuat target tak tercapai.

Tantangan-tantangan itu kurangnya sumber daya manusia, sulitnya pendanaan lokal dan regulasi yang rumit.


Ketua Umum Asosiasi e-Commerce Indonesia (idEA) Aulia E. Martino mengatakan sulitnya pendanaan dari dalam negeri membuat pelaku bisnis e-Commerce membuka lebar-lebar pintu bagi investor asing.

“Kalau saya ingin mengembangkan bisnis, maka saya perlu investasi. Tidak bisa saya menunggu 1-2 tahun. Kalau ada investor asing dan datang beli dengan angka yang manis, saya akan oke-oke saja. Nah ini yang perlu diantisipasi,” katanya dalam sebuah diskusi di Jakarta, Sabtu (03/02/2018).


Berkaitan dengan regulasi, Aulia memandang, ini menjadi pekerjaan rumah bagi seluruh pemangku kepentingan terkait. Tanpa adanya kemudahan regulasi, maka sulit bagi pelaku e-Commerce menumbuh kembangkan bisnisnya di masa depan.

“Contoh masalah administrasi saja. Bagaimana mungkin anak muda baru merintis usaha, didesak untuk buat PT (perseroan terbatas). Mereka tidak mengerti itu, dan memang harus ada keberpihakan administrasi.” ungkapnya.­­

Sementara itu, Chief Executive Office LiteBig Tesar Sandikapura mengungkap sedikit sekali jumlah programmer di Indonesia.“Digital talent ini jadi pemikiran kita bersama. Kami agak sayangkan, banyak sekali lulusan IT tidak ingin menjadi programmer. Padahal kami butuh sekali,” kata Tesar.
(ray/ray)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading