Perkembangan Teknologi

Kisah Will.i.am yang Dukung Pengembangan Kecerdasan Buatan

Fintech - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
30 January 2018 11:42
Kisah Will.i.am yang Dukung Pengembangan Kecerdasan Buatan
Jakarta, CNBC Indonesia – Beberapa miliuner dari dunia teknologi telah mengemukakan kekhawatirannya terkait artificial intelligence (AI), namun musisi dan pengusaha asal Amerika Serikat (AS), Will.i.am malah optimistis terkait manfaat yang dihasilkan teknologi tersebut.

Personel Grup Black Eye Peas ini berpendapat AI merupakan jalan terbaik untuk menghapuskan kesenjangan diantara orang kaya dan miskin. Pendangannya sangat kontras dengan pendapat Elon Musk yang mengatakan AI bisa mengakibatkan kehancuran dunia.

Dilansir dari CNBC, dalam sebuah episode “Life Hacks Live” CNBC di Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, minggu (28/1/2018), Will.i.am mengatakan orang-orang tidak seharusnya takut pada perkembangan tekhnologi AI dan harusnya ikut memanfaatkannya.


“Tentu saja orang-orang takut pada sesuatu yang belum pernah mereka lihat sebelumnya. Namun para penggunanya, orang-orang dengan visi dan imajinasi, seolah berpikir, ‘Ya Tuhan, Anda tahu kan kita bisa membuat apa dengan teknologi ini! Anda tahu kan manfaatnya untuk membuat kehidupan menjadi lebih baik?” ujarnya.


Sebagai seorang yang “optimis” pada kehadiran teknologi baru tersebut, ia mengatakan AI bisa membuat dunia menjadi lebih manusiawi. “Ada banyak hal yang perlu kita pertanyakan tentang kehidupan saat ini dan seberapa cerdas kita karena kita sering mengambil keputusan tolol yang didasari keserakahan,” ujar Will.i.am.

“Dan saya pikir alat ini, sementara orang-orang kebanyakan puas dan nyaman dengan apa yang ada di dunia saat ini, akan digunakan oleh tangan orang-orang yang berusaha memecahkan masalah mereka sendiri.” tambahnya.

Saat ini kekayaan 50% orang miskin di seluruh dunia setara dengan kekayaan 42 orang terkaya di dunia, menurut sebuah penelitian baru-baru ini oleh badan amal global Oxfam, dengan sekitar 82% dari uang yang dihasilkan pada tahun 2017 mencapai 1% populasi global terkaya.


Raper tersebut juga mengatakan dengan bantuan AI, dunia akan menjadi tempat yang lebih seimbang. “Mungkin kita membutuhkan jenis kecerdasan lain agar bisa melihat sisi kemanusiaan diantara kita semua,” ujarnya.

“Saat ini kita hidup di era tidak berprikemanusiaan, dan era kemanusiaan sepertinya akan segera tiba, namun kita butuh bantuan agar bisa sampai kesana dan itulah alasan kenapa saya optimis pada artificial intelligence”.

Pada November lalu start-up milik Will.i.am memperoleh penghasilan usaha sekitar US$117 juta dan saat ini perusahaan tersebut mempekerjakan sekitar 300 orang.

Namun, sang pengusaha juga menjelaskan kekecewaanya dalam menggalang dana untuk bidang kemanusiaan dan pendidikan.

“Lebih mudah memperoleh uang dengan meminta donasi dari orang-orang untuk AI dari pada untuk pendidikan manusia, karena jika Anda punya uang (anda pasti mengerti). Saya sendiri tidak tahu kenapa sulit rasanya, saya tidak tahu kenapa orang-orang tidak mau berinvestasi di bidang pendidikan,” ujarnya

“Hal ini mengecilkan hati, namun tidak akan menjadi alasan saya untuk berhenti mencoba melanjutkan pekerjaan ini karena saya telah merasakan sendiri bagaimana AI mengubah hidup saya,” ujarnya. (roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading